Monday, September 12, 2016

Alam Jin dan Makhluk Jin

alam jin dan mahluk jin
Add caption


KATA PENGANTAR 

Ada beberapa teman dan pembaca buku tulisan saya meminta saya untuk menulis mengenai makhluk Jin, masyarakat jin dan kehidupan makhluk jin. Mereka merasakan makhluk jin ini begitu dekatnya dengan kehidupan manusia. Hampir setiap rumah ada penunggu gaibnya dan penunggu gaib itu sebagian besar adalah jin. Ada sakit akibat gangguan jin, ada santet dikirim melalui jin, ada pesugihan, penglaris, wibawa, kebal dan sakti karena bantuan jin, jadi jin ada dimana-mana dalam kehidupan manusia. 

Tidak hanya makhluk jin, makhluk gaib yang lain juga ada, seperti anvah manusia, para dewa dan roh suci. Semuanya ini juga dekat dalam kehidupan manusia. Manusia perlu hati-hati menghadapi makhluk - makhluk gaib ini, sebab ada yang baik juga ada banyak yang jahat. Ada yang asli juga banyak yang palsu. Perlu extra hati-hati dan waspada kalau anda mencoba mendekatinya. sebab bagi anda yang mendambakan kemampuan supranatural dan terpesona oleh petunjuk yang hebat dan tepat,wejangan yang indah dan luhur,menjadikan banyak yang terperosok dan masuk ke jalan sesat. semoga tulisan ini dapat sedikit menambah wawasan anda mengenai alam gaib dan mahluk gaib.

tulisan ini tidak mewakili salah satu ajaran agama atau aliran kepercayaan. kasus, nama dan tempat kejadian nya sudah disamarkan. tulisan ini hanya sebuah informasi yang diambil dari pengalaman kami berdua, jadi sangat subjektif. orang lain punya pengalaman lain dan cerita yang lain pula.

PENDAHULUAN 
Manusia hidup dalam alam kehidupan duniawi bergandengan dengan alam kehidupan gaib. Di dalam alam gaib ada banyak makhluk gaib seperti arwah manusia, makhluk jin, siluman dan iblis juga ada para dewa dan roh suci, semuanya ini termasuk makhluk gaib, sebab keberadaannya tidak dapat disentuh oleh panca indra manusia. 

Walaupun semua makhluk gaib ini berada di alam gaib, tapi alam jin dengan alam arwah berbeda, dengan alam para dewa dan roh suci juga berbeda. Masing-masing mempunyai "sekat pemisah" sendiri. Seperti di alam kehidupan duniawi, ada kehidupan darat, kehidupan dalam air, kehidupan bawah tanah, dan lain-lain. Masing-masing juga mempunyai sekat pemisah sendiri. Hanya yang mempunyai sarana dan "ilmu tertentu" yang dapat menembus sekat pemisah ini. 

Makhluk jin merupakan mayoritas utama makhluk gaib yang berada di alam gaib. Jumlahnya sekitar 1000 kali jumlah manusia, umumya juga lebih dari 10 kali umur rata-rata manusia. Oleh karena itu keberadaan makhluk jin sangat dekat dengan kehidupan manusia. Sampai-sampai ada juragan jin yang menjual-belikan jin, ada yang memelihara jin untuk dikaryakan. Jin ada dimana-mana. di rumah tinggal, di kantor, di gudang, di apartement di villa.bahkan di tempat ibadah, di altar pemujaan di rumah, bahkan ada yang menempel di badan manusia atas kehendak manusia maupun bukan kehendak manusia. Keberadaannya ada yang mengganggu manusia juga ada yang membantu dan menolong manusia. 

Ada jin baik melebihi manusia baik, jin yang baik umumnya menghindari kontak dengan manusia, mereka tidak mau tinggal di mmah manusia, mereka memilih tinggal di tempat-tempat kosong seperti di taman, di pohon besar, di pojok rumah atau halaman. Yang lebih hebat lagi ada jin yang menjadi guru roh manusia, ada yang baik juga ada yang jahat. Maka perlu extra hati-hati dan waspada sebab sebaik-baiknya jin menjadi guru roh pasti hasil akhirnya kurang baik. 

Banyak altar tempat ibadah yang kosong, tidak ada dewa atau roh suci "turun" di situ. Keadaan seperti ini saya temukan di Tiongkok yaitu di Pu To San dan Wu Dang San, banyak klenteng tua yang altarnya kosong akibat manusianya yang merasa lebih kuasa dan lebih tinggi dari para dewa di altar. Revolusi kebudayaan yang terjadi di Tiongkok benar-benar membuat nilai-nilai spiritual klenteng-klenteng tua itu dihancurkan. 

Di Taiwan lain lagi, disini jumlah klenteng dan vihara banyak sekali, katanya jumlahnya mencapai puluhan ribu. Kunjungan saya dan istri ke Taiwan melihat hampir semua altar dewa yang kami datangi ada dewa yang duduk di altar. Hanya jumlah dewa yang asli dibandingkan dengan yang palsu, yang palsu lebih banyak. Saya katakan palsu sebab yang duduk di altar adalah jin. Bahkan di Taiwan ada klenteng pesugihan segala. 

Di Roma dengan Vatikan-nya juga banyak gereja tua yang kosong, gereja-gereja itu sekarang sudah banyak yang lebih berfungsi sebagai tempat tujuan wisata dan pada tempat ibadah. Para roh suci tidak mau menjadi tontonan manusia yang datang hanya untuk melihat peninggalan agama. 

Di Mesir dengan arwah piramida nya, di  Jerusalem hampir semua gereja ada roh suci-nya, padahal gereja-gereja itu juga menjadi tempat tujuan wisata. Jadi kenapa berbeda dengan gereja-gereja di Roma? 

Bagaimana dengan klenteng dan vihara di Indonesia? Apa yang ada di Gunung Kawi dan Umbul Jumprit? Apa itu statement gaib yang dibuat oleh "para ahli" spiritual? 

Kalau anda mau tahu, ikuti tulisan yang telah kami susun dalam buku ini. 

Semoga buku ini dapat menambah wawasan anda mengenai alam gaib dan makhluk gaib. Tapi saya sarankan agar anda tidak begitu saja percaya apa yang tertulis dalam buku ini, teliti dulu, pikirkan dulu dan tentukan kebenarannya dulu, baru anda baik untuk menentukan "percaya atau tidak".


Alam gaib dan makhluk gaib

Yang saya maksud dengan alam gaib adalah alam kehidupan yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Alam gaib ada bermacam- macam. Ada alam kehidupan jin, ada alam kehidupan arwah dan ada alam kehidupan para dewa dan roh suci yang masih dibagi-bagi lagi menjadi banyak alam lainnya. 

Yang saya maksud dengan makhluk gaib adalah makhluk hidup yang keberadaannya tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Makhluk gaib Juga ada bermacam-macam, seperti arwah manusia, makhluk jin, makhluk siluman, para dewa dan roh suci, yang masing-masing juga masih dibagi bagi lagi seperti ada tuyul, gendruwo, kuntilanak, vampire dan lain-lain.

Alam jin dan makhluk jin

Alam kehidupan makhluk jin sama dengan alam kehidupan manusia, yaitu di alam kehidupan dunia ini. Bedanya jin ada di alam gaib dan manusia ada di alam nyata. 

Makhluk jin juga mirip manusia, dalam arti memiliki keluarga, beranak-pinak, tumbuh dan anak- anak, remaja, dewasa, tua dan mati. Ada yang beribadah agama Hindu, Budha, Kristen, Kathotik, Islam dan tain-lain. Tetapi sebagian besar tidak beribadah. Ada yang baik, juga ada yang jahat. Juga ada preman jin dan lain-lain.

Jin juga membentuk masyarakat. ada kelompok kecil dan kelompok besar. Ada yang berbentuk keraton kecil dan keraton besar. Di masyarakat Jin, antar kelompok dan antar keraton tidak ada 'polisi' atau pengadilan. Jadi yang kuat yang menang, masih berlaku seperti hukum rimba. 

Makhluk jin dan keluarga jin perlu bekerja, umumnya bertani dan beternak. Tentu saja pertanian dan peternakan di alam jin di dimensi gaib yang tidak terlihat oleh mata manusia awam. 

Tingkat kehidupan masyarakat jin dan tempat tinggalnya jauh lebih rendah dibandingkan manusia. Sebagian besar masyarakat dan rakyat jin tinggal di gubuk-gubuk seperti rumah tinggal penduduk pedalaman di Irian berupa gubuk-gubuk kecil. 

Jin yang baik memilih menjauhi manusia dan kontak dengan manusia. Jin yang jahat memilih mendekati manusia dan ikut nebeng atau numpang enak pada manusia. Seperti ikut tinggal di rumah manusia, menempati ruang-ruang kosong di rumah manusia, juga sering ikut menikinati makanan manusia. Juga sering mengganggu dan mempermain- kan atau ngerjain manusia. 

Manusia dapat merusak sarana hidup jin, seperti merusak rumah jin, merusak barang-barang milik jin dan lain-lain. Jin tidak dapat merusak sarana hidup manusia, kecuali jin itu memiliki ilmu kesaktian. Oleh karena itu ada kasus-kasus dimana jin penunggu rumah marah karena rumahnya dirusak oleh manusia yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Atau anak jin yang terinjak manusia, sehingga keluarganya marah lalu membalas memukul manusia. 

Perbedaan besar antara makhluk jin dan manusia adalah jin tidak memiliki tubuh jasmani sehingga jin tidak memiliki dimensi ukuran. Jin dapat masuk dan tinggal di batu cincin atau batu akik yang kecil, juga dapat tinggal di dalam gua yang besar dengan ukuran yang besar pula seperti ukuran raksasa. 

Manusia awam tidak dapat melihat jin, tapi semua jin dapat melihat manusia. Banyak jin yang ingin dapat kontak dengan manusia. Dan kalau ada manusia yang punya bakat supranatural, punya mata gaib dan telinga gaib, maka banyak jin yang sudah ngantri untuk nampang di depan manusia atau memberi bisikan-bisikan pada manusia. Inilah yang menyebabkan orang yang memiliki kemampuan supranatural alami menjadi rawan dibohongi oleh jin atau di-intervensi oleh jin. Atau orang-orang yang melakukan meditasi atau tirakatan dan puasa, menjadi incaran banyak jin untuk dimanfaatkan kemampuan-nya kontak dengan gaib.

Usia makhluk jin jauh lebih panjang dibanding-kan usia manusia. Rata-rata usia jin sekitar 1000 tahun, sedangkan usia manusia rata-rata hanya sekitar 70 tahun.

a. Istana jin mengapung di angkasa Jakarta

Pada sekitar tahun 1991, saya dan istridiundang hadir pada acara syukuran pembukaan kantor teman di daerah kota. Gedung ini sudah lama kosong dan setelah direnovasi dipakai sebagai kantor. 

Pada acara syukuran ini diundang juru doa dan teman-temannya. Saya hadir 30 menit sebelum acara doa dimulai. Ada nasi tumpeng besar dalam acara ini. Pada waktu saya datang dan masuk di lantai dasar, saya merasakan adanya makhluk-makhluk gaib di bangunan ini. Setelah sampai di lantai 3 tempat acara syukuran diadakan, saya melihat banyak makhluk jin memenuhi ruangan ini. Dengan kekuatan batin saya minta mereka untuk meninggalkan ruangan agar tidak mengganggu acara syukuran yang akan diadakan oleh manusia. Tapi mereka semua malahan mengejek dan menantang. Karena para jin ini tidak dapat diajak kompromi, maka terpaksa saya harus menyingkirkan mereka dengan kekerasan. Setelah ruangan bersih dan makhluk jin, baru acara doa dimulai. Syukuran berjalan dengan baik dan aman. 

Waktu saya dan istri mau meninggalkan tempat ini, saya melihat banyak jin preman bergerombol di depan kantor ini. Mereka menjaga jarak dengan saya, sehingga saya dan istri dapat meninggalkan tempat itu dengan aman. 

Besok harinya, datang ke rumah saya se-rombongan jin, dipimpin oleh jin laki-laki yang masih cukup muda. Jin muda ini mengaku sebagai raja jin di daerah yang kemarin saya dan istri datang pada acara syukuran. Dia dan pengawalnya melihat waktu saya menyingkirkan gerombolan preman jin yang mau mengganggu acara doa.

Maksud kedatangan raja jin dan rombongannya mau minta tolong, agar saya juga mau menyingkirkan dua dedengkot jin tua di daerah itu. Dua jin tua ini jahat dan berilmu tinggi sehingga raja jin dan para pengawalnya tidak berani menghadapinya. Dua dedengkot jin tua ini banyak memaksa rakyat kerajaan jin ini menjadi anak buahnya untuk mengganggu jin lain, juga untuk mengganggu manusia.

Saya tidak begitu saja mau menolong mereka. Saya menanyakan dan meminta nasehat dan petunjuk dari guru roh saya. Setelah mendapatkan petunjuk dan ijin dari guru roh saya, dengan bimbingan guru roh saya menyingkirkan duadedengkot jin jahat itu. 

Raja jin dan para pengawalnya sangat ber-terima kasih pada saya dan istri. Kemudian raja jin ini memberikan kepada saya 100 jin pilihan anak buahnya dan dapat diperintahkan untuk keperluan apa saja. Saya menolak pemberian ini, saya katakan:

- "Saya tidak dapat menerima pemberian anda, sebab saya dilarang oleh guru saya."

"Mengapa?" "Kalian harus menenma pemberian ini sebagai ungkapan terima kasih kami atas pertolong-an kalian kepada masyarakat saya." 

'Kami menolong tidak mengharapkan imbalan apa-apa dan kami dilarang oleh guru kami memanfaat-kan bantuan makhluk jin." 

'Kalau kalian tidak mau menerima pemberian kami, sedangkan kami telah menerima pertolongan kalian, lalu bagaimana nanti kami memper-tanggung-jawabkan dengan yang 'di atas'?"

Akhirnya istri saya ikut berbicara: 

- "Baiklah, kalau begitu kami terima pemberian 100 jin pilihan ini dan sekarang kami titipkan 100 jin pilihan ini kepada anda, dan berikan tugas untuk menolong manusia yang diganggu oleh jin jahat."

+ "Baik, saya terima dengan satu syarat." 
Saya sempat terkejut mendengar ada syarat yang diminta oleh raja jin ini. Tadi memaksa untuk diterima, sekarang memaksa ada satu syarat. Saya tanyakan:

- "Satu syarat yang anda minta itu apa?'

+ "Syaratnya adalah kalau manusia yang diganggu oleh jin jahat itu bukan manusia jahat."

Saya kembali terkejut. Bukan main raja jin ini, dia begitu baik dan bijaksana dalam prilaku dan perbuatannya. Saya acungkan jempol saya padanya sambil berkata:

- "Anda bijaksana sekali, saya setuju dengan syarat anda.'

Ternyata saya dapat bertemu dengan jin yang baik, jin yang baik yang mengalahkan orang yang baik.

Kemudian saya dan istri diundang ke istananya, saya tanyakan:

"Dimana letak istana kalian, ini kan daerah padat penduduk manusia?'

+ "Istana saya ada di atas sana." Katanya sambil menunjuk di angkasa. 

Saya melihat sebuah istana yang mengapung di angkasa Jakarta. Menurut perkiraan saya, mengapung setinggi dua kali tinggi monas (monumen nasional) di jakarta.


b. Raja jin di TMII

Sekitar tahun 1995, pada pekan suro, pekan kebudayaan yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah. Banyak mengundang paranormal dari berbagai tempat di nusantara. Setelah melihat pameran keris di museum keris, saya dan istri melihat stan-stan lain. Sampai di area stan dimana banyak paranormal buka praktek. Saya dan istri melihat-lihat dan stan yang satu ke stan yang lain sambil membaca spanduk yang dipasang di setiap stan,  bertuliskan jasa-jasa keparanormalan yang ditawarkan. Keluar dari area ini saya sudah merasakan adanya makhluk - makhluk gaib jenis jin yang mengikuti saya dan istri, makin lama makin banyak jumlahnya dan akhirnya saya merasakan gangguan yang mereka lakukan pada saya. Dengan kekuatan batin, saya beritahu mereka bahwa saya dan istri hanya ingin melihat-lihat saja, tidak bermaksud apa-apa. Tetapi mereka tidak mau tahu dan terus mengganggu saya. Saya kira mereka para makhluk jin ini merasakan pancaran aura saya lalu mencoba untuk mengganggu saya. 

Karena gangguan mereka saya rasakan sudah kelewatan, maka saya dan istri menuju stan proses pembuatan keris yang masih sepi pengunjung. Di salah satu ruangan yang tidak ada orang lain, dengan memohon bimbingan guru roh, saya singkirkan semua yang terus menerus mengganggu saya tadi. Baru setelah itu saya dapat merasa lega dan santai. 

Beberapa hari kemudian, datang ke rumah saya serombongan jin. Ada rajanya yang sudah tua sekali diikuti banyak pengawalnya. Mereka dengan santun memberi salam kepada saya dan istri. Raja jin yang sudah tua ini meminta tolong pada saya, supaya saya mau mengusir semua jin jahat yang sekarang banyak datang di daerah masyarakatnya. Sebab jin pendatang ini bertindak sewenang-wenang dan seenaknya mengambil dan merusak barang-barang milik rakyatnya. Dia mengaku raja jin di daerah TMII dan setiap tahun diganggu oleh para jin pendatang yang dibawa oleh sebagian paranormal yang buka praktek selama pekan suro di pekan budaya TMII. 

Raja jin ini datang dan minta tolong saya sebab ada pengawalnya yang melihat saya kemarin menyingkirkan gerombolan jin yang mengganggu saya. Saya beritahu raja jin ini bahwa saya tidak dapat memenuhi permintaannya untuk mencegah gangguan jin pendatang ini, sebab jin pendatang ini milik paranormal yang diundang buka praktek di TMII. Dan lagi acara ini diadakan setiap tahun, jadi setiap tahun akan ada gangguan dari jin pendatang lagi. 

Saya sarankan, bagaimana kalau rakyat, masyarakat dan keratonnya dipindah saja. Dia setuju, tapi akan pindah kemana, sebab mencari tempat juga susah, tempat-tempat itu sudah ada pemiliknya. "Saya akan membantu anda untuk mendapatkan tempat baru. Anda boleh melihat dulu tempatnya, kalau cocok baru pindah." Dia setuju. Saya-memohon nasehat dan petunjuk guru roh saya, kemana sebaik- nya kerajaan jin TMII ini dipindahkan. Setelah mendapatkan petunjuk dan guru, dengan diantar oleh roh pendamping saya, raja jin ini dibawa ke sebuah hutan di lereng gunung di Jawa Timur sana. 

Proses pemindahannya dilakukan sendiri oleh raja jin ini bersama rakyat dan masyarakatnya dibawah petiinjuk roh pendamping saya. Kira-kira sebulan kemudian, raja jin ini datang lagi ke rumah saya dan menyerahkan 100 jin anak buah pilihannya kepada saya yang boleh diperintah-kan untiik urusan apa saja. Saya ucapkan terima kasih kepada raja jin ini, tapi saya tidak dapat menerima pembenannya, sebab saya dilarang oleh guru saya. Raja jin ini langsung mengerti penjelasan saya, dia bawa kembali 100 jin pilihannya pulang. 

Sebelum meninggalkan rumah saya, raja jin ini meminta tolong saya lagi. Dia minta tolong untuk dicarikan jin yang baik untuk menggantikan dia yang sudah tua, sebagai raja yang baru. 

Saya merasa aneh, saya katakan: "Bukankah pengganti raja yang sudah tua adalah putra mahkota- nya sendiri, anaknya sendiri?" Dia menjawab bahwa di masyarakat dan kerajaan jin tidak seperti itu, tidak sama dengan masyarakat manusia. Yang menggantikan raja yang lama menjadi raja yang baru adalah yang ditunjuk oleh sang raja yang lama. tidak harus anak raja itu. 

Saya katakan: "Saya akan minta nasehat dan petunjuk guru roh saya dulu, anda boleh pulang dulu. Kalau guru saya mengijinkan, calon pengganti raja akan diantar ke keraton anda." 

Tidak lama setelah itu, raja jin tua ini datang lagi ke rumah saya didampingi sosok jin muda yang gagah dan berwajah simpatik, diperkenalkan sebagai calon pengganti raja yang baru. Rupanya guru roh saya langsung mengirimkan jin yang baik untuk memenuhi permintaan raja jin tua ini. Mereka semua mengucapkan terima kasih kepada saya dan istri serta menyerahkan satu peti perhiasan kepada saya sebagai ucapan terima kasih atas perolongan-pertolongan yang telah saya dan istri berikan. 

Karena satu peti perhiasan ini dalam wujud gaib, maka saya mau mengembalikan lagi pada mereka, toh saya tidak dapat memakainya. Waktu saya mau mengucapkannya, saya diberitahu oleh guru roh saya supaya jangan dikembalikan. 

Guru roh saya mengatakan: "Barang itu sangat berharga bagi mereka, mereka dengan tulus telah membenkan kepada kalian, jangan ditolak, nanti membuat mereka sangat kecewa. Terimalah, di kemudian hari akan ada gunanya.

"Maka saya terima pemberian satu peti perhiasan emas itu. Peti seukuran kotak dus air aqua. Dan memang benar, di kemudian hari perhiasan-perhiasan gaib ini ada gunanya. Untuk hadiah atau kado pernikahan jin yang mantu atau menikah. 


c. Habitat dan keraton jin di Serpong 

" Daerah Serpong pada tahun 1970-an dan1980- an masih berupa hutan karet. Daerah ini adalah habitat makhluk jin. Banyak keraton jin di daerah ini, keraton-keraton kecil. Di Serpong juga terkenal Karuhun Serpong, yaitu 3 sosok jin yang sangat tua, tinggal di sebuah keramat yang banyak dikunjungi orang untuk minta nomor undian Nalo (Nasional Lotre) pada waktu itu. 

Saya dan istri pernah berkunjung ke Karuhun Serpong ini hanya karena ingin tahu saja, dengan membawa bunga telon dan dupa sebagai oleh-oleh. Kami diterima baik oleh ke-3 sosok Karuhun Serpong. Sepulang dari Karuhun Serpong, secara berturut-turut sebanyak 7 kali saya diberi nomor undian yang akan keluar pada minggu itu, yaitu dua angka buntutnya. Karena kami tidak pernah pasang undian buntut, maka waktu diberitahu untuk yang ke- 3 kalinya, dari jarak jauh saya sampaikan terima kasih dan mohon maaf bahwa saya tidak dapat memanfaat-kan dan memakai nomor-nomor yang telah mereka berikan, sebab saya dilarang judi oleh guru roh saya. Tapi mereka masih meneruskan memberikan nomor sampai 7 kali baru berhenti. Karuhun Serpong memberikan nomor-nomor undian itu sebagai balasan kunjungan kami dan oleh-oleh berupa sajian bunga telon dan dupa yang kami berikan. 

Adanya habitat jin berupa hutan karet dan dibabat dijadikan hunian manusia ini menimbulkan Banyak masalah bagi manusia yang tinggal di tempat ttu. Jin yang baik akan pindah dan menyingkir untuk tidak kontak dengan manusia, dia memilih tinggal di lapangan-lapangan atau tanah yang masih kosong seperti di taman, di pohon besar dan lain-Iain. Tidak mau mengganggu manusia. Akan tetapi jin yang jahat mereka marah kalau tempat tinggalnya diduduki atau dibangun rumah manusia, maka mereka mulai mengganggu penghuni rumah tersebut. 

Gangguan dari makhluk jin ini bermacam-macam, bisa berupa gangguan kesehatan, pekerjaan dan usaha, emosi dan keharmonisan keluarga dan lain-lain. Yang mengganggu bisa jin tunggal, juga dapat sekelompok jin yang rumah atau tempatnya di'duduki' manusia itu. 

Daerah-daerah di sekitar Jakarta yang saya temukan yang dulunya merupakan habitat makhluk jin seperti daerah Serpong dengan BSD-nya, Gading Serpong, Vila Melati Mas, Alam Sutra, De Latinos sampai menyambung ke daerah Bintaro. Daerah Puri Indah dan sekitarnya yang dulunya rawa-rawa. 

Daerah Cibubur dan sekitamya. Daerah Ancol, Sunter, Kelapa Gading, Pluit, Muara Karang, Taman Palem, Palem Lestari dan lain-lain. Semuanya ini saya temukan dari pengalaman saya membersihkan lebih dan seratus rumah di daerah-daerah tersebut yang penghuninya mengalami gangguan-gangguan dari jin penunggu rumah' yang jahat. 

Daerah AncoI, Pluit dan Muara Karang sekarang sudah jauh lebih bersih, disebabkan sebagian Besar yang tinggal di daerah itu adalah orang-orang yang secara kebudayaannya percaya gaib penunggu rumah, sehingga sebelum tinggal di rumah itu dilakukan upacara 'pembersihan rumah' dulu, untuk menyingkirkan makhluk-makhluk gaib yang jahat. 

Kalau di daerah itu rata-rata setiap minggu satu rumah dibersihkan, maka dalam 10 tahun ada 520 Rumah dibersihkan. Daerah Ancol Pluit dan Muara Karang sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Jadi sekarang relatif sudah banyak yang bersih. Berbeda dengan daerah lainnya, sebagian besar penghuninya tidak percaya gaib karena kepercayaannya atau agamanya. Maka walaupun daerah hunian itu sudah lama, daerahnya tetap kotor dan banyak makhluk jin jahatnya. Makhluk jin ada yang baik dan ada yang jahat. 

Kalau suatu rumah ada sekeluarga jin baik yang ikut tinggal di situ, ini sangat menguntungkan bagi pemilik atau penghuni rumah. Sebab jin baik ini akan ikut menjaga rumah tersebut dari gangguan jin jahat dan serangan-serangan gaib yang jahat, bahkan ada yang mau membantu mencegah orang-orang yang mempunyai maksud jahat ke rumah itu. Maka di tempat jin ini tinggal, sebaiknya jangan diganggu. Kalau mau merenovasi rumah perlu hati-hati jangan sampai merusak rumah gaib mereka. Kalau perlu dipindahkan dulu ke tempat atau ruangan yang tidak terganggu oleh renovasi rumah. 

Semoga tulisan ini dapat meluaskan wawasan anda, jangan sampai karena tidak tahu atau tidak percaya menjadikan anda dan keluarga mengalami sakit yang sulit disembuhkan, usaha dan pekerjaan menjadi bangkrut dan rumah tangga atau keluarga menjadi berantakan. Sebab tidak tahu dan tidak percaya bukan jaminan untuk tidak apa-apa. 

Pasir Parang Tritis bukan pasir biasa adalah solusi yang dapat diandalkan. Sederhana, murah dan gampang dilaksanakan untuk membersihkan rumah dan gangguan jin jahat. Mengambil pasir perlu ritual yang benar. 

d. Keluarga jin di halaman belakang 

Saya dan orang tua saya tinggal serumah dengan kakek dan nenek saya garis ibu. Rumah yang luas dengan halaman depan dan belakang yang luas pula. Di halaman belakang di satu sudut pojok ada pohon jeruk bali yang besar dan rindang. Kalau sedang musim, buahnya banyak sekali. 

Waktu saya masih sekolah di SD, pohon jeruk ini adalah tempat saya bermain dan nongkrong bersama teman-teman sambil makan jeruk. Waktu saya di SMP, orang tua saya memiliki pembantu perempuan yang mempunyai sifat tulang renggang, yaitu sifat mudah dimasuki makhluk halus atau mudah kesurupan. 

Suatu hari pembantu ini, sebut saja bernama Sri, mendadak kesurupan makhluk halus. Mengaku bernama Karti, rumahnya di bawah pohon jeruk bali tempat saya biasa bermain. Dia tinggal di situ bersama kakek, ayah ibunya dan satu saudara laki - lakinya. Jadi yang tinggal di tempat itu adalah satu keluarga jin. Jin yang baik, sebab saya senang mengacak-acak tempat itu, saya tidak diapa-apain. 

Yang sering 'masuk' ke badan Sri adalah Karti ini dan kakeknya yang menyebut dirinya sebagai Mbah Dono. Tujuan mereka adalah memberitahu orang tua saya mengenai keberadaan keluarga mereka. Juga memberitahu orang tua saya tentang kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pekerja- pekerja dan karyawan orang tua saya. Orang tua saya mengelola pabrik kerupuk. Melalui Sri yang kesurupan ini banyak pekerja dan karyawan yang ditegur dan diperingatkan lengkap dengan jenis kecurangan yang telah mereka lakukan. 

Sejak keberadaan keluarga jin ini diketahui dan mereka baik. Mau hidup berdampingan dengan baik, bahkan ikut membantu menjaga rumah dan mengawasi para pekerja dan karyawan, tanpa diminta dan tanpa minta imbalan. Maka oleh orang tua saya tempat dimana keluarga jin ini berada dibuatkan pagar 2x2 meter agar tidak dipakai untuk keperluan lain atau dikotori oleh sampah dan lain-lain. 

Setelah Sri meninggal di usia tuanya, komunikasi antara orang tua saya dengan keluarga jin ini terputus. Baru setelah perjalanan spiritual saya dan istri memasuki tahap komunikasi dengan makhluk gaib, beberapa kali Mbah Dono berkunjung ke rumah saya di Jakarta. Dia mengatakan bahwa dia dan keluarganya telah tinggal di tempat kakek saya sejak rumah kakek belum ada, juga belum ada manusia tinggal di tempat itu. Setelah kakek meninggal digantikan ibu saya, sekarang digantikan oleh adik saya yang tinggal di rumah itu. Tapi selama ini belum pernah ada keturunan kakek saya yang dapat diajak bicara oleh Mbah Dono. "Baru sekarang ini saya dapat berbicara dengan kalian. 

Maksud kedatangan Mbah Dono ke rumah saya ingin memohon pertolongan saya, agar disampaikan kepada adik saya kalau nanti yang tinggal di rumah itu digantikan oleh anak adik saya, supaya tempat rumah mereka tidak digusur. Kalau misalnya rumah tersebut dijual, maka minta supaya pembelinya diberitahu agar tempatnya jangan digusur. 

Saya sampaikan permintaan Mbah Dono kepada adik saya, tempat 2x2 meter di pojok halaman belakang rumah tentu tidak mengganggu apa-apa kalau dikosongkan. 

Beberapa tahun kemudian Mbah Dono datang lagi ke Jakarta diantar oleh keponakannya. Kondisi Mbah Dono yang sudah tua ini memang sudah lemah. Menurut keponakannya usia Mbah Dono sudah hampir 1000 tahun. Oleh karena itu kedatangannya kali ini dibantu oleh keponakannya. 

Saya tanya: "Ada keperluan apa jauh-jauh datang ke Jakarta?" Untuk beberapa saat Mbah Dono diam saja. Baru keponakannya yang memberitahu saya bahwa keluarga Mbah Dono beberapa waktu yang lalu mengalami musibah. Rumahnya dirampok oleh segerombolan jin jahat. Semua barang-barang sarana hidupnya hilang dijarah. Jadi maksud kedatangan Mbah Dono mau minta tolong saya untuk mengembalikan barang-barang yang hilang dijarah itu. 

Saya beritahu Mbah Dono untuk tidak sungkan meminta tolong saya, Mbah Dono dan keluarganya sudah banyak menolong dan membantu orang tua dan adik saya. "Saya akan kembalikan semua barang yang hilang itu, silahkan kembali pulang untuk memeriksa-nya" kata saya. Mbah Dono dan keponakannya pamitan pulang sambil berkata: "Ini adalah kali terakhir saya dapat datang kemari, saya pamitan pulang." 

Setelah Mbah Dono pulang, saya mohon ijin guru dan dibimbing oleh guru roh saya, saya gunakan himpunan kekuatan yang ada pada diri saya untuk konsentrasi melakukan daya cipta di alam gaib, untuk mewujudkan barang-barang sarana hidup yang hilang dijarah, kemudian mengirimkannya ke tempat Mbah Dono di Bojonegoro. 

Beberapa bulan kemudian, keponakan Mbah Dono datang lagi, dia menyebutkan namanya adalah Barudi. Dia memberitahu saya bahwa Mbah Dono sudah meninggal. Saya tanya Barudi: "Bangsa jin tidak punya badan jasmani, jadi kalau meninggal kejadiannya seperti apa? 

Barudi bilang: "Jin kalau meninggal boleh dikatakan seperti pelita yang kehabisan minyak, makin lama makin memudar kemudian hilang begitu saja. Kedatangan saya selain mengabarkan bahwa Mbah Dono sudah meninggal, saya juga ingin tahu bagaimana caranya dapat mempunyai kesaklian dan' kekuatan seperti yang dimiliki oleh anda berdua kekuatan untuk menghadapi gerombolan jin perampok yang sering mengganggu masyarakat jin di daerah saya."

Saya katakan: "Kekuatan saya dan istri diperoleh dan Allah Yang Maha Kuasa. Jadi kalian harus belajar ajaran agama dulu. Agama ada macam- macam, seperti di Bojonegoro ada mesjid di dekat alun-alun tempat belajar agama Islam. Di dekat Taman Pahlawan ada gereja untuk belajar agama Katholik. Kalian boleh datang ke sana untuk melihat dan mendengar dulu ajaran-ajarannya. Baru setelah itu dipilih mana yang lebih cocok. Ajak masyarakat kalian ke sana dulu, nanti masing-masing supaya memilih sendiri. Setelah ikut dan belajar ajaran agamanya, baru kemudian meminta perlindungan dan kekuatan dari Allah untuk menghadapi gangguan-gangguan jin perampok tersebut. 

Rupanya masyarakat jin di daerah Barudi belum mengenal ajaran agama, sehingga belum ada yang menjalankan ibadah agama. Beberapa lama kemudian Barudi datang lagi mengatakan bahwa dia sudah mengajak masyarakatnya untuk ke mesjid dan gereja. Ada yang memilih ibadah di mesjid. juga ada yang memilih ibadah di gereja. 

Saya menganjurkan kepada Barudi. Nanti setelah beberapa kali ibadah di  mesjid atau gerejanya manusia cobalah mula. dibawa di'dalam doa untuk meminta kepada Allah agar Allah dapat mengirim kan utusannya khusus untuk mengajarkan ajaran-ajaran Allah bagi makhluk jin. Supaya masyarakat jin punya tempat ibadah sendiri, tidak bercampur dengan manusia. 

Rumah Barudi ada di komplek pemakaman Sendangrejo, di atas sebuah pohon randu alas yang besar dan menjulang tinggi. Waktu saya dan istri melakukan tabur bunga di makam leluhur saya dan istri, yang dimakamkam di komplek itu, Barudi dan masyarakatnya menyambut kami. 


0 komentar

Post a Comment