Monday, April 4, 2016

Keyakinan Saja Tidak Cukup


Keyakinan Saja Tidak Cukup
Add caption
Suatu hari, Andy berusia 19 tahun, mahasiswa yang mempunyai kepercayaan Kristen, diantar oleh ibu dan kakak perempuannya, datang ke rumah untuk konsultasi penyakitnya.Andy dalam satu tahun ini sering sakit dan beberapa kali harus rawat inap di rumah sakit.Sakitnya tidak kunjung sembuh, kambuh lagi dan kambuh lagi.

Semua biaya pengobatan dan biaya hidup Andy masih ditanggung oleh kakak perempuannya, sehingga kakaknya merasa berat membiayai pengobatan yang sering masuk rumah sakit.

Oleh karena itu, Andy dipaksa oleh rumah saya untuk ibu dan kakaknya datang ke rumah saya untuk mencari penyembuhan spiritual.

Setelah melihat data pribadi Andy, saya tahu bahwa sakit Andy adalah non medis, yang sulit bahkan tidak mungkin disembuhkan secara medis / kedokteran.

Saya beritahu Andy dan menjelaskan bahwa sakit Andy disebabkan unsur non medis, sehingga perlu penyembuhan secara non medis atau secara penyembuhan spiritual.

"Apakah Andy dapat menerima metode penyembuhan yang saya lakukan?"

"Saya yakin saya dapat mengatasi sakit saya." Demikian jawab Andy.

"Dengan cara apa kamu mau mengatasi sakit kamu?"

"Dengan berdoa."

"Berdoa memohon kepada siapa?"

"Berdoa meminta kepada Yesus Kristus."

"Apa kamu yakin doamu sampai ke Yesus Kristus?"

"Yakin sekali." Jawab Andy dengan mantap.

Oleh karena itu, saya minta kepada ibu dan kakak Andy, untuk memberi kesempatan kepada Andy men- jalankan keyakinannya mengatasi sakitnya dengan berdoa memohon kepada Yesus Kristus. Kalau 'dia berhasil, dia beruntung, kalau dia tidak berhasil, dia juga beruntung. 

Ibu dan kakak Andy protes ke saya, kalau tidak berhasil kenapa dikatakan beruntung. Saya jelaskan bahwa kalau andy tidak berhasil sembuhpun dia tetap beruntung, sebab dia sudah mendapatkan bukti atas keyakinan dia, bahwa keyakinan dia salah.

Orang yang dapat memperoleh bukti atas keyakinannya adalah orang yang beruntung, sebab tidak banyak yang dapat memperoleh bukti seperti itu. Andy bersama ibu dan kakaknya meninggalkan rumah saya, tanpa saya sentuh sedikitpun penyakitnya. 

Sekitar 6 bulan kemudian, Andy kembali diantar ibu dan kakak perempuannya datang ke rumah saya.Saya lihat kondisi Andy bertambah kurus dan loyo, saya tanya :

"Apa kamu sudah berhasil sembuh?"

"Belum, tidak berhasil." Jawab Andy.

"Apakah kamu kemari sekarang ini, mau saya sembuhkan?" 
"Mau, saya minta tolong oom menyembuhkan saya."

Dengan mempergunakan himpunan kekuatan spiritual yang ada pada diri saya, saya berkonsentrasi menarik dan membersihkan semua gangguan gaib yang merupakan unsur non medis penyebab sakitnya Andy.

Saya jelaskan kepada Andy bersama ibu dan kakaknya mengenai penyakit non medis dan penyembuhan spiritual. Banyak pertanyaan mereka ajukan, saya menjawab apa yang perlu saja.

Sekitar 20 menit setelah Andy saya bersihkan dari penyakit non medisnya, dia sudah mulai merasakan perubahan, rasa sakit kepalanya sudah berkurang, sakit di leher dan punggungnya mulai berkurang dan mengendor, badannya terasa lebih nyaman.

Kemudian Andy bertanya kepada saya :

'Apakah saya sebaiknya pindah ke agama Buddha?"

'Kenapa kamu mau pindah agama?'

"Sebab saya telah disembuhkan oleh oom yang beragama Buddha."

"Saya bukan beragama Buddha, saya memang berdoa dan bersujud kepada Sang Buddha, tetapi saya bukan umat Buddha seperti Theravada, Mahayana, Tantrayana dan yana-yana yang lain. Begitu juga saya berdoa dan bersujud kepada Yesus Kristus, tapi saya bukan umat Katholik, juga bukan umat Kristen Protestan. Kamu tidak perlu pindah agama, kamu sudah punya komunitas atau lingkungan pergaulan di aliran Kristen, teruskan itu, sebab -semua agama mengajarkan orang untuk menjadi orang baik. Yang penting jangan fanatik, sebab fanatik hanya akan merugikan diri sendiri."

Saya tahu kenapa Andy tanya saya kalau dia mau pindah agama, sebab Andy termasuk dalam kelompok / regu doa, yang mendoakan orang sakit di rumah sakit atau di rumah. Dan setiap kali kelompok doa ini selesai mendoakan orang sakit,selalu diembel-embeli atau disertai janji agar kalau sudah sembuh mau masuk agama Kristen.

Sebelum Andy meninggalkan rumah saya, sekali lagi Andy saya ingatkan bahwa, keyakinan saja tidak cukup, dan iansan fanatik, fanatik hanya akan merugikan diri sendiri. Keyakinan memang perlu, tapi kalau hanya keyakinan saja belum cukup.

0 komentar

Post a Comment