Thursday, October 4, 2018

NIKMATILAH NAFAS SELAGI BISA



Tidak ada yang gratis di dunia ini. Sekarang ini kita hidup di dunia yang serba bayar. Makan bayar, minum bayar, buang air kecil bayar, parkir bayar. 

pagi hari, kita membuka mata, maka kalkulator rupiah secara otomatis jalan. Lebih celaka lagi, kita matipun tidak bisa tenang, semua bayar. 

Kondisi tidak ada yang gratis ini membuat hidup manusia seperti lingkar setan. Mulai bangun tidur sampai tidurpun hidup tidak tenang, mimpipun mimpi buruk. Sungguh kasihan manusia ini. Apa sih yang kalian cari ??? 

Tapi saat ini ada satu produk yang terpenting yang masih gratis, tidak usah bayar. Kalau yang gratis, biasanya kita tidak tertarik ya?? 

Ada satu peristiwa yang benar-benar terjadi, seorang umat Buddha yang baik hati, hendak membantu menyadarkan orang dengan memberikan latihan meditasi dengan gratis, tetapi tidak begitu banyak yang tertarik, bahkan yang datang untuk latihan cenderung menurun dari minggu ke minggu.

Umat tersebut kemudian banting setir. dia menyusun program latihan meditasi dengan lebih komersil dan harus bayar untuk mengikuti seni latihan tersebut. 

Sungguh luar biasa, peserta yang hadir bertambah banyak, bahkan peserta harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. 

Dari pengalaman tersebut dapat dilihat, sisi jiwa manusia, yang cenderung menilai segala sesuatu dari segi materi, yang mahal, yang bayar senantiasa dianggap lebih baik dan lebih bermanfaat. 

Anggapan-anggapan tersebutlah yang membuat manusia senantiasa saling berlomba mencari keuntungan materi, bahkan dengan cara-cara tidak terpuji sekalipun. 

Ada satu produk penting, yang saat ini masih gratis, masih belum kena pajak, tetapi yang paling penting, yaitu udara. 

Diantara semua yang penting bagi manusia, yang terpenting adalah udara, tanpa udara kita tidak mungkin bertahan hidup. 

Coba bayangkan; 

Tanpa udara '! manusia Cuma dapat bertahan hidup 5 menit. 

Tanpa makanan dan minuman '! manusia dapat bertahan hidup 7 hari. 

Kenapa manusia tidak pernah menghargai udara ?

Jawabannya karena gratis dan mudah ditemukan diman-mana. Ini sesuai dengan teori ekonomi, yaitu sesuatu baru dianggap berharga apabila langka dan tidak mudah untuk mendapatkannya. 

Kalau menurut perhitungan para ahli lingkungan hidup, dengan tingkat kerusakan lingkungan yang begitu cepat, antara lain polusi udara, penebangan hutan, perusakan lingkungan, rusaknya ozon, efek rumah kaca maka kualitas udara bersih semakin sulit diperoleh. 

Tidak tertutup kemungkinan 50 tahun lagi, 100 tahun lagi atau bahkan lebih cepat, manusia sudah harus membayar untuk memperoleh udara bersih. Pada saat itulah, manusia baru dapat menghargai udara. 

Karenanya kenapa kita belum mampu menghargai udara saat ini ? 

Bagaimana caranya menghargai udara ? 

Pertama-tama, tariklah nafas dalam-dalam, lalu tahan udara didalam paru-paru selama mungkin, sampai tidak tahan baru buang nafas, nafaslah kembali normal, dan renungkanlah, kita hidup tanpa nafas adalah hal yang tidak mungkin terjadi.

Kemudian buanglah nafas, dan jangan tarik nafas kembali, tahan selama mungkin, kita akan merasakan tubuh kita akan meledak karena tidak ada oksigen, setelah itu nafaslah secara normal. 

Berapa lama kita bisa bertahan? Paling lama 2- 3 menit. bayangkan kalau tanpa udara, apakah kita bisa hidup ? 

KeduaTarikah nafas dan buanglah nafas dengan penuh konsentrasi. penuh nikmat dan syukur rasakan nikmatnya udara tersebut, Hmm—hmm begitu harum, begitu nikmat, begitu lega. 

Begitu indah hidup ini.

0 komentar

Post a Comment